2026-06-09 HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Aliran Kali Krukut hingga Kali Opak, Penjaringan, Jakarta Utara, disebut warga dipenuhi limbah busa berwarna putih hampir setiap hari.
Pengamatan iDoPress di lokasi pada Selasa (9/6/2026), limbah busa tersebut muncul dari Pintu Air Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara.
Sebagian limbah busa ada yang berhenti mengalir akibat terhalang sampah di bawah jembatan Jalan Gedong Panjang.
Limbah busa lainnya terus mengalir ke arah laut apabila tidak dihalang menggunakan penghalang sampah plastik berwarna hijau milik Dinas Lingkungan Hidup.
Beberapa kali limbah busa terlihat terhambur saat angin bertiup cukup kencang.
Salah seorang warga sekitar, Jamal (45) mengatakan, busa tersebut kerap muncul di aliran kali.
"Memang biasanya ada terus ini, kayak begini. Busa tuh pasti ada," kata dia saat ditemui iDoPress di lokasi, Selasa.
Menurut dia, busa yang menumpuk di permukaan kali dapat beterbangan saat debit air meningkat dan angin bertiup.
"Kalau air naik, ini busa bisa terbang (ke arah pemukiman warga)" ujar dia.
Keluhan serupa disampaikan Rudi (bukan nama sebenarnya) petugas unit penanganan sampah badan air (UPS Badan Air) yang bertugas di Kali Opak.
Rudi mengatakan, busa kerap menumpuk di area sekatan sehingga harus dibersihkan secara rutin.
"Ya tiap hari nih begini. Itu kadang-kadang kalau ada busanya itu, numpuk di sekatan itu," kata dia kepada iDoPress, Selasa.
Rudi mengaku tidak mengetahui sumber pasti kemunculan busa tersebut.
Meski begitu, ia menyebut bahwa busa itu mulai muncul ketika Pintu Air Pakin mulai beroperasi.
"Tadinya mah enggak ada itu (busa), enggak ada. Saya di sini aja udah bertahun-tahun," tambah dia.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
06-08
06-08
06-08
06-08
06-08
06-08
06-08
06-08
06-08
06-08