Rumah Berita Informasi Produk Bayi Internet Peralatan game Ikon mode Teknologi Kehidupan indonesia Keuangan Brigade Budaya Hotel Kesehatan Olahraga Perumahan Makanan Cerdas Pendidikan Mobil Hiburan

Makam di Jakarta Pusat Nyaris Habis, Warga Terpaksa Dimakamkan di Wilayah Lain

2026-06-24 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Tiga dari empat Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta Pusat telah penuh sehingga warga yang membutuhkan lahan makam baru terpaksa diarahkan ke wilayah lain yang masih memiliki ketersediaan makam.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda mengatakan keterbatasan lahan pemakaman di wilayahnya sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut membuat layanan pemakaman baru di sebagian besar TPU Jakarta Pusat tidak lagi dapat dilakukan, kecuali melalui sistem makam tumpang.

"Memang Jakarta Pusat itu bahkan untuk pelayanan pemakaman juga sangat-sangat terbatas. Dari empat lokasi, yang tiga itu khusus untuk pemakaman Muslim sudah penuh. Jadi hanya melayani makam tumpang," ujar Mila kepada iDoPress, Selasa (23/6/2026).

Adapun tiga TPU yang telah penuh tersebut yakni TPU Karet Bivak, TPU Pasar Baru Barat, dan TPU Kawi-Kawi.

Sementara itu, TPU Petamburan yang melayani pemakaman non-Muslim masih memiliki ruang tersisa meski jumlahnya semakin terbatas.

"Nah, satu Petamburan itu blok non-Muslim. Itu pun juga semakin ke sini semakin terbatas," ujarnya.

Lahan kosong yang sesekali tersedia di TPU Jakarta Pusat umumnya berasal dari bekas makam yang sudah tidak digunakan lagi karena jenazah dipindahkan ke lokasi lain oleh pihak keluarga.

Menurut Mila, petak makam yang ditinggalkan tersebut kemudian kembali menjadi aset pemerintah daerah dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pemakaman berikutnya.

Namun, peluang itu terbilang kecil karena TPU di Jakarta Pusat masih menjadi salah satu lokasi pemakaman yang banyak diminati masyarakat.

Selain berada di pusat kota, sejumlah TPU juga memiliki nilai historis dan akses yang mudah dijangkau keluarga peziarah.

"Jakarta Pusat ini diminati makam-makamnya karena lokasinya strategis, apalagi di Karet Bivak sama Pasar Baru Barat," kata Mila.

Dengan minimnya lahan yang tersedia, pemerintah kini lebih mengarahkan masyarakat untuk menggunakan sistem makam tumpang, yakni pemakaman dalam satu liang yang masih memiliki hubungan keluarga dengan jenazah yang telah dimakamkan sebelumnya.

Mila mengatakan mekanisme tersebut dilakukan melalui persetujuan keluarga dan prosedur administrasi yang telah ditetapkan.

"Untuk Jakarta Pusat ini lebih diarahkan untuk pemakaman tumpang," ujarnya.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Informasi indonesia      Hubungi kami   SiteMap