Rumah Berita Informasi Produk Bayi Internet Peralatan game Ikon mode Teknologi Kehidupan indonesia Keuangan Brigade Budaya Hotel Kesehatan Olahraga Perumahan Makanan Cerdas Pendidikan Mobil Hiburan

Awalnya Diundang Rapat Sosialisasi, Wali Murid Madrasah di Jakbar Malah Diminta Berinfak

2026-07-20 HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Salah satu wali murid madrasah di Jakarta Barat buka suara terkait dugaan pungutan liar (pungli) berkedok infak yang disebut dilakukan oleh pihak komite sekolah.

Salah satu wali murid madrasah tersebut, M, mengatakan, awalnya ia bersama wali murid lainnya menerima undangan dari pihak sekolah untuk menghadiri rapat sosialisasi.

Namun, saat tiba di sekolah, para wali murid justru diberikan surat berisi ajakan untuk memberikan infaq yang rencananya digunakan untuk pembangunan sekolah.

"Terus dikasih surat selebaran. Terus ada dah tuh di situ tulisan masalah angka untuk infaq. Terus saya bilang gini, 'Loh Pak, kok sebelumnya belum dikasih tahu ya? Rapatnya kan katanya masalah sosialisasi sekolah.' (jawaban pihak sekolah) 'Oh iya Bu, ini mah dari komite,' katanya," tutur Mkepada iDoPress saat ditemui di rumahnya wilayah Kembangan, Jakarta Barat, Senin (20/7/2026).

"Terus 'Itu mah nanti kalau masalah negosiasi atau enggak maksudnya keberatan dengan angka segini, ibu bisa kok menghubungi sekolah atau komitenya' katanya gitu," sambungnya.

M menilai persoalan tersebut terjadi karena sosialisasi dari pihak sekolah maupun komite dinilai tidak maksimal.

Meski demikian, M menyebut wali murid tidak diwajibkan untuk membayar infak tersebut. Ia bahkan mengaku menjadi salah satu wali murid yang tidak memberikan uang saat itu.

"Terus kita enggak pada setuju sih (membayar infak). Udah. Nah, pas besoknya lagi, kita sosialisasi tuh baru dari komite tuh semua seluruhnya dengan di depan sekolah. Jadi itu mah (infak) enggak diberatkan gitu maksudnya," ungkap dia.

Menurut M, yang menjadi persoalan adalah para orangtua kaget karena undangan yang awalnya disebut sebagai rapat sosialisasi justru berisi ajakan memberikan infak meski tidak wajib.

"Cuma kaget aja, iya begitu. Jadi sebetulnya enggak apa-apa," kata dia.

Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, M mengatakan dana yang dihimpun komite nantinya akan digunakan, salah satunya, untuk memperbaiki fasilitas sekolah.

"Kalau kemarin sih sekolah, komite sih menjelaskan, itu uang itu nanti kalau dapat kita mau memperbaiki lapangan. Karena kan lapangan kita masih di aspal. Nah udah gitu kata kepala sekolah kemarin kejadiannya ada anak nendang bola karena pakai aspal jadi nih ininya terlepas, sobek," ungkapnya.

M mengaku tidak keberatan apabila ada pungutan selama tujuan dan penggunaannya jelas.

"Enggak apa-apa asalkan kan jelas tujuannya kan apa ya, jelas. Terus kan kita memang ada ruang," tambahnya.

Viral di media sosial

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial (medsos) salah satu sekolah di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, diduga meminta pungutan liar atau pungli ke wali murid.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Informasi indonesia      Hubungi kami   SiteMap