Rumah Berita Informasi Produk Bayi Internet Peralatan game Ikon mode Teknologi Kehidupan indonesia Keuangan Brigade Budaya Hotel Kesehatan Olahraga Perumahan Makanan Cerdas Pendidikan Mobil Hiburan

DPRD DKI Minta Program LPDP Pramono Ditunda, Anggaran Dialihkan untuk Perbaikan Sekolah Rusak

2026-07-27 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M Subki meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda rencana program beasiswa LPDP daerah dan mengalihkan anggarannya untuk kebutuhan pendidikan yang dinilai lebih mendesak, seperti memperbaiki sekolah rusak dan menambah kuota sekolah swasta gratis.

Usulan itu disampaikan dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/7/2026).

Awalnya, Subki mempertanyakan rencana program LPDP yang sebelumnya pernah disampaikan Pemprov DKI.

Ia ingin mengetahui sasaran penerima hingga negara tujuan beasiswa tersebut.

“Kemudian yang terakhir, Bu Kadis, rencana LPDP sudah sampai di mana? Kalau memang itu jadi, kira-kira targetnya ke negara mana saja LPDP itu akan diarahkan?” kata Subki.

Namun, menurut dia, apabila program tersebut belum menjadi kebutuhan yang mendesak, anggarannya sebaiknya dialihkan untuk mempercepat penanganan persoalan pendidikan yang masih terjadi di Jakarta.

“Kalau sekiranya memang LPDP ini belum termasuk urgen, belum termasuk prioritas, boleh juga kita lirik sekolah-sekolah yang lebih memerlukan,” lanjut Subki.

Ia pun mengusulkan agar program LPDP ditangguhkan sementara waktu.

“Misalkan LPDP ditangguhkanlah, karena ini tidak termasuk yang darurat. Mungkin kita bisa alihkan ke sekolah-sekolah yang memang perlu dibangun tahun ini juga, atau penambahan sekolah swasta gratis, atau kalau perlu kepada sisi-sisi mata anggaran lain yang memang sangat darurat terkait penampungan anak-anak yang tidak bisa sekolah,” ucapnya.

Usulan serupa disampaikan Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian.

Menurut dia, anggaran pendidikan saat ini lebih tepat digunakan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Jakarta.

“Lebih baik kita fokus untuk menambah sekolah gratis, kuota-kuota anak-anak kita untuk anak-anak di Jakarta bisa bersekolah dibanding LPDP,” kata Justin.

Meski demikian, Justin menilai jika program beasiswa tetap dijalankan, Pemprov DKI sebaiknya memprioritaskan bidang-bidang yang benar-benar dibutuhkan, salah satunya pendidikan kedokteran.

Menurut dia, biaya kuliah kedokteran masih terlalu mahal sehingga sulit dijangkau banyak keluarga, meski memiliki kemampuan akademik yang baik.

“Saya sering katakan bahwa pemerintah provinsi harus juga mengutamakan fakultas strategis seperti fakultas kedokteran. Karena banyak anak-anak kita yang mampu secara akademik tapi enggak akan mampu kuliah kedokteran. Ayahnya gaji Rp30 juta pun belum tentu bisa menyekolahkan anaknya di kedokteran karena biayanya bisa miliaran,” ujar Justin.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Informasi indonesia      Hubungi kami   SiteMap