2026-07-08 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengungkap alasan penyetopan laju sebuah mobil ambulans di Jalan RM. Margono Djojohadikoesoemo, Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026).
Erlyn menyebut, penghentian sementara itu dilakukan untuk memberikan jalan bagi rombongan tamu negara, yakni Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong, yang hendak masuk ke Hotel Shangri-La.
"Saat itu sekitar pukul 15.15 WIB, ada rombongan iring-iringan tamu negara, yaitu Perdana Menteri Singapura kan lagi kunjungan. Perdana Menteri Singapura habis dari Istana Negara, dia mau masuk ke Hotel Shangri-La itu, yang mana merupakan tempat akomodasi mereka," jelas Erlyn saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Menurut Erlyn, penghentian kendaraan dari arah Karet Bivak, termasuk ambulans yang saat itu membunyikan sirene, hanya berlangsung sementara hingga rombongan PM Singapura melintas dan masuk ke area hotel.
"Ketika rombongan Perdana Menteri Singapura ini mau masuk ke Hotel Shangri-La, diberhentikanlah sebentar. Sebentar aja itu diberhentikannya, termasuk ada dua mobil ya, satu ambulans dan satu lagi mobil Toyota Agya barengan dia, yang melintas di jalur lawan arah di situ, ditahan sebentar aja enggak lama," jelas Erlyn.
Meskipun sempat disetop, polisi mengeklaim bahwa ambulans tersebut tetap menjadi prioritas utama.
Begitu rombongan tamu negara selesai melintas, ambulans itu langsung diberikan akses jalan lebih dulu dibandingkan kendaraan lainnya.
"Sebelum yang lain dijalankan lagi juga ambulans itu sudah dikasih jalan duluan. Nah, setelah rombongan ini masuk ke akomodasi selesai, itu dibuka lagi lah gitu jalannya," ujarnya.
Saat ambulans mulai berjalan kembali, petugas yang mengatur lalu lintas di lokasi, yakni PS Kanit Lantas Polsek Tanah Abang AKP Djoko Siswanto, tampak memberikan isyarat tangan.
Erlyn menyebut, gestur tersebut merupakan diskresi anggota di lapangan untuk meminta pengemudi mengecilkan volume sirene.
"Pak Djoko ini mengimbau memberikan isyarat tangan agar ambulans mengurangi volume sirenenya. Mungkin itu diskresi yang bersangkutan saja, dia minta agar mungkin supaya tidak terlalu bising suaranya karena sudah dibukakan jalan, berhubung sedang ada rombongan tamu kehormatan begitu," tutur Erlyn.
Erlyn juga membantah adanya dugaan pemukulan kaca mobil ambulans oleh Djoko.
Ia mengeklaim bahwa yang terjadi bukanlah pemukulan, melainkan tangan petugas yang tidak sengaja berbenturan dengan kaca spion.
"Jadi bukan pemukulan ya, bukan bukan ada pemukulan kaca gitu, bukan. Tetapi itu tidak sengaja kena spion karena posisinya mobilnya ini mengambil jalur sebelah kanan gitu," kata dua.
Buntut dari kejadian ini, Erlyn membenarkan bahwa AKP Djoko Siswanto telah dimintai keterangan lebih lanjut oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
07-07
07-07
07-07
07-07
07-07
07-07
07-07
07-07
07-07
07-07