2026-04-30 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji, Mustolih Siradj mengatakan, masa tunggu haji sebaiknya digunakan untuk fokus ibadah, bukan untuk berwisata yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Karena jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji itu kan fokus pada ibadah dan kemudian waktunya masih sangat panjang untuk menuju ke puncak (ibadah) haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina)," kata Mustolih kepada iDoPress, Kamis (30/4/2026).
Hal ini disampaikan Mustolih seiring terjadinya kecelakaan bus rombongan jemaah haji setelah melakukan city tour di Jabal Magnet.
"Oleh karena itu, saya kira kurang tepat kalau kemudian waktu menunggu itu digunakan untuk kegiatan tour," ucapnya.
Mustolih juga menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji berbeda dengan ibadah umrah yang memang memiliki lokasi waktu khusus melakukan wisata.
Sebab itu, dia menilai perlu ada evaluasi lebih lanjut dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terkait peristiwa itu.
"Saya kira perlu diungkap begitu ya motifnya seperti apa dan kemudian kegiatan ini betulkah untuk kemudian sebagai wisata gitu. Kalau misalnya wisata, siapa inisiatornya?" ucap Mustolih.
"Nah, kalau ini inisiatifnya dari KBIHU (Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah), saya kira KBIHU perlu diklarifikasi apa motifnya," tandasnya.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Moh. Hasan Afandi mengatakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada 28 April 2026 pukul 10.30 WIB.
ada dua bus, yakni bus rombongan kelompok terbang (kloter) SUB-2 yang dibawa oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Haramain Probolinggu dan bus jemaah kloter JKS1 yang dibawa KBIHU Al Azhar.
"Bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1," kata Hasan.
04-30
04-30
04-30
04-30
04-30
04-30
04-30
04-30
04-30
04-30